Laman

ucapan

Kamis, Desember 20, 2012

Robot dapat di kontrol dari OTAK


BRAIN POWERED...!!!

http://www.omega-level.net/2012/05/17/watch-paralyzed-woman-controls-robot-arm-with-her-mind-yeah-science/

Peneliti di Amerika Serikat (AS) berhasil mengembangkan robot pengganti lengan yang dikendalikan langsung oleh pikiran dengan level kemampuan mendekati tangan normal.

Jan Scheuermann (52 tahun), wanita yang lumpuh dari leher ke bawah, dapat mengoperasikan robot pengganti tangan tersebut dengan level kontrol dan keluwesan yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Para ahli menyebut hal itu sebagai kemajuan luar biasa.

Sistem yang lain juga telah berhasil membuat pasien yang lumpuh dapat menulis hanya dengan memikirkan huruf-huruf yang diinginkan. Bahkan pada bulan lalu, peneliti di Swiss menggunakan elektroda yang di tanam di retina untuk membuat pasien yang buta agar dapat membaca.


Pengembangan hubungan antarmuka otak dan mesin tengah berkembang pesat saat ini. Ilmuwan memprediksi, teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghidupkan kembali otot-otot yang lumpuh.

Sementara itu mereka mengatakan sistem seperti ini dapat digabungkan dengan robot kaki buatan yang memungkinkan para penderita lumpuh kaki untuk berjalan.

Dalam studi terakhir yang dipublikasikan oleh Lancet, tim peneliti dari University of Pittsburgh Medical Center menanam dua mikro elektroda di dalam motor korteks kiri perempuan, bagian dari otak yang menginisiasi gerakan. Para petugas medis menggunakan teknik 'real-time brain scanning' untuk menemukan bagian dari otak yang bergerak saat pasien diminta memikirkan untuk menggerakkan tangan-tangan yang sebetulnya sudah lumpuh.

Elektroda tersebut terhubung dengan robot tangan melalui komputer yang menjalankan algoritme kompleks untuk menerjemahkan sinyal-sinyal yang meniru cara otak mengontrol anggota badan yang sehat.

Michael Boniger, yang bekerja dalam penelitian itu, mengatakan kepada Reuters bahwa cara algoritme tersebut beroperasi adalah letak utama kemajuan. Penerjemahan sinyal-sinyal otak selama ini telah menjadi tantangan terberat dalam pengembangan robot anggota tubuh yang dikontrol otak.

"Sekarang tidak ada batas untuk membaca cara otak manusia menggerakkan tubuh," kata Boniger. "Sebenarnya pekerjaan ini menjadi lebih rumit saat diterapkan untuk bagian seperti tangan," kata dia.

Bagi Scheuermann, dibutuhkan beberapa minggu untuk dapat menguasai kontrol tangan buatannya, namun dia mulai dapat menggerakkan tangan itu dalam dua hari. Secara bertahap, dia berhasil menyelesaikan beberapa tugas seperti mengambil objek tertentu dan memindahkannya ke tempat yang sudah ditentukan dengan tingkat keberhasilan 91,6 persen. Kecepatan Scheuermann selalu bertambah dengan latihan-latihan.

Para peneliti berencana untuk menggunakan teknologi tanpa kabel untuk menghilangkan kabel-kabel yang menghubungkan kepala pasien dengan bagian tubuh buatan. Mereka juga percaya bahwa alat sensorik dapat ditambahkan agar pasien dapat membedakan panas dan dingin, atau permukaan lembut dan kasar.

"Mesin yang dikontrol oleh pikiran ini adalah pencapaian hebat dalam bidang teknologi dan biomedis," kata peneliti Swiss Federal Institute of Technology in Lausanne, Gr?goire Courtine, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

Bagi Scheuermann, pengalaman menggerakkan tangan yang lumpuh adalah sebuah transformasi. "Pengalaman itu memberi dia tujuan baru, pada hari pertama dia dapat menggerakkan tangannya, Scheuermann tersenyum sangat lebar dan menikmatinya. Dia hanya tinggal berpikir untuk menggerakkan pergelangan tanggannya dan sesuatu terjadi," kata Boniger.........Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar ANDA