Laman

ucapan

Senin, Desember 03, 2012

Maria Ozawa dan Matematika di balik kecantikannya


Apa hubungannya matematika dengan kecantikan? Banyak. Daya tarik fisik sesungguhnya tergantung pada rasio.Daya tarik tubuh seseorang meningkat bila tubuh tersebut simetris dan proporsional. Begitu juga, jika wajahnya proporsional, orang lebih mudah tertarik dan menyebutnya cantik atau tampan. Para ilmuan percaya kalau evolusi membuat manusia percaya kalau tubuh yang proporsional adalah pertanda tubuh yang sehat, dan kesehatan termasuk syarat utama untuk kelangsungan hidup.
Leonardo da Vinci termasuk matematikawan pertama yang menemukan hubungan ini. Rasio ini disebut rasio emas. Bangunan juga terlihat cantik bila menggunakan rasio emas, seperti contohnya Parthenon.

Kecantikan Fisik                                                                                                                                        Kenapa banyak pria dan wanita mengatakan kalau Maria Ozawa cantik?Wajah manusia terbentuk berdasarkan Rasio Emas. Perbandingan panjang hidung, posisi mata dan panjang dagu, semua sesuai dengan aspek-aspek rasio emas.Kecantikan ternyata berasal dari persepsi kita terhadap matematika!                                                                                                                                                         

Tidak percaya, bayangkan kalau wajah Maria Ozawa benjol di kiri, atau wajahnya lebih gepeng ke kiri atau ke bawah. Atau kepalanya besar sementara kakinya kecil. Ada sebuah rasio optimal dimana hampir semua orang setuju kalau seseorang itu cantik. Rasio itu adalah rasio emas.

Dr Stephen Marquardt telah meneliti hal ini secara mendalam di situsnya. Terdapat juga aplikasi interaktif yang bisa anda gunakan disana : Dr. Stephen Marquardt. Mari kita lihat rasio tiap bilangan dalam barisan Fibonacci :
1/1 = 1                                        13/8 = 1.625
2/1 = 2                                      21/13 = 1.61538
3/2 = 1.5                                   34/21 = 1.61905
5/3 = 1.666…                             55/34 = 1.61764
8/5 = 1.6                                    89/55 = 1.61861…

Jika kita teruskan, kita menghasilkan bilangan menarik yang disebut matematikawan sebagai Phi (Rasio Emas atau Potongan Emas):
phi = 1.618 033 988 7…
Rasio ini dipakai oleh para arsitek dan seniman dalam sejarah untuk menghasilkan benda yang indah (seperti David karya Michelangelo dan kuil-kuil Yunani). Kuil Parthenon di Yunani misalnya, memiliki rasio jarak yang merupakan rasio emas.
Seperti Pi, Phi merupakan bilangan irasional. Tidak ada pecahan yang sama dengan phi dan desimalnya berlanjut terus tanpa pernah berhenti.
Rasio emas juga muncul di alam, dalam pola bunga matahari, kerucut cemara dan seterusnya. Hal ini terutama karena inilah cara terbaik untuk mengemas paling erat dan efisien. Yaitu memakai barisan Fibonacci.

Tapi Apakah Ini Benar secara ilmiah? 

Penelitian terbaru dari Universitas California di San Diego dan Universitas Toronto tampaknya menggugurkan peran rasio emas ini pada kecantikan. Para ilmuan menemukan kalau Kecantikan bukan ditentukan oleh rasio emas, tapi oleh jarak antara kedua mata dan jarak antara mata dan mulutnya. Wajah wanita dinilai bagi manusia secara umum dalam dua rasio baru (bukan phi). Pertama adalah jarak vertikal antara mata dan mulutnya harus mendekati 36 persen panjang wajah, dan jarak horizontal antara kedua pasang mata harus sekitar 46 persen lebar wajah. Nama rasio emas untuk wajah mungkin bergeser dari Phi menjadi kedua nilai di atas (0.36 dan 0.46). Menurut peneliti, Pallet, manusia telah mencoba dan gagal menemukan rasio ini sejak zaman kuno. Yunani kuno menemukan apa yang mereka duga sebagai rasio emas, yaitu phi, dan menggunakannya dalam arsitektur dan seni. Beberapa bahkan mengira Leonardo Da Vinci menggunakan phi untuk melukis Mona Lisa, namun tidak ada bukti kalau phi istimewa pada masalah kecantikan. Bukannya Phi, kami menemukan kalau jarak rata-rata antara mata, mulut dan kontur wajah lah yang merupakan rasio emas sesungguhnya.

Walau begitu, studi yang mereka lakukan hanya terhadap wajah wanita kulit putih. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat apakah ada rasio emas yang berbeda pada wajah laki-laki atau wajah dari ras lain atau pada wajah anak-anak.

Kesimpulan                                                                                                                                                            Jadi fakta ilmiah yang ada sekarang adalah : Phi berlaku pada alam bahkan di dunia kuantum, namun hal ini tidak berlaku pada kecantikan wanita kulit putih. Akibatnya phi juga diragukan berlaku pada kecantikan wanita, ketampanan pria dan imutnya anak-anak. Sebelum studi lebih lanjut dilakukan, tampaknya penilaian kita pada kecantikan masih menjadi misteri.

Sumber 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar ANDA