Laman

ucapan

Senin, Oktober 22, 2012

layar sentuh virtual bagi siswa tunarungu dan tunagrahita.

Bogor (ANTARA News)
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor menciptakan teknologi "virtual whiteboard" yang dapat membantu proses kegiatan belajar mengajar matematika bagi siswa tunarungu dan tunagrahita.

"Ke depan, `virtual whiteboard` (layar sentuh virtual) ini akan dikembangkan menjadi paket pembelajaran untuk berbagai anak berkebutuhan khusus," kata ketua pelaksana program tersebut Wulandari di Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Ia menjelaskan tim mahasiswa Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) IPB yang dipimpinnya itu, dengan alat bantu dimaksud mencoba membantu proses kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik yang tunarungu dan tunagrahita agar dapat belajar dengan baik.


Bersama rekannya Ahmad Thoriq Abdul Aziz, Fahri Amirullah, Marsudi Wijaya, dan Puspasari Respatiningtyas, ia menemukan teknologi ini, yang terkait dengan penggunaan "virtual whiteboard" pada pembelajaran matematika interaktif untuk siswa penyandang tunarungu dan tunagrahita pada sekolah luar biasa (SLB) kategori B/C.

Dijelaskannya bahwa teknologi "virtual whiteboard" ini membantu siswa SLB untuk memahami operasi matematika sederhana seperti penjumlahan dan pengurangan.

Menurut dia, penggunaan "virtual whiteboard" dapat membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan menarik, karena menggunakan animasi menarik dan layar papan tulis yang dapat langsung disentuh menggunakan alat yang dibuat.

Ia menjelaskan, teknologi itu ditujukan bagi siswa tunagrahita untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan meningkatkan partisipasi dalam belajar.

Bagi siswa tunarungu, kata dia, aplikasi ini menyediakan tambahan vitur audio dan visual dalam membantu meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar.

"Teknologi `virtual whiteboard` yang kami kembangkan memiliki kelebihan yaitu dapat memudahkan pengajar untuk menulis langsung pada layar proyektor dan tidak menggunakan spidol sebagai alat tulis," katanya. 


Pada pembelajaran di SLB, kata dia, dibutuhkan metode pembelajaran baru yang mengedepankan partisipasi aktif dari siswa SLB.

"Oleh karena itu, teknologi memberikan manfaat besar untuk mitra kami yaitu SLB B/C Tunas Kasih 2 Kota Bogor," katanya.

Ia menambahkan, penggunaan "virtual whiteboard" sebagai alat bantu pembelajaran matematika interaktif di SLB B/C ini memberikan respons yang sangat baik.

"Terbukti dengan meningkatnya keaktifan siswa saat menjawab soal-soal matematika yang diberikan," katanya.

Hanya saja, kata Wulandari, teknologi ini masih terbatas pada mata pelajaran matematika.
Karenanya, kata dia, para guru berharap pengembangan selanjutnya penggunaan teknologi ini dapat diterapkan pada mata pelajaran lain dalam pembelajaran di SLB, seperti mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

Menurut Kepala Humas IPB Ir Henny Windarti, MSi, ide Wulandari dan kawan-kawannya dalam bentuk Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) ini telah diberikan kesempatan mengikuti program 104 inovasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan IPB bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar ANDA