Laman

ucapan

Minggu, Oktober 14, 2012

Hasil UN syarat Masuk PTN......????

JAKARTA
Harian Seputar Indonesia

Kebijakan pembuatan 20 paket soal ujian nasional (UN) akan meningkatkan kuota calon mahasiswa perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, kebijakan varian 20 soal pada UN menjadi paspor masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur nasional. “Yang dimaksud jalur nasional sendiri ialah 50% kuota calon mahasiswa melalui jalur undangan dan 30% memakai jalur tulis,” kata dia di Jakarta kemarin.

Menurut dia,kuota tersebut sudah melebihi amanat Permendikbud No 33/2013 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/ Direktur pada PTN yang meminta penerimaan calon mahasiswa baru melalui jalur nasional sebanyak 60%. Mendikbud menjelaskan, sisa 20% kuota penerimaan mahasiswa baru diserahkan ke perguruan tinggi melalui jalur mandiri.

“Pada tahun ajaran baru 2013 sudah dapat menjadi paspor masuk ke kampus negeri. Dengan 20 variasi soal ini pun para rektor PTN dapat memandang UN sudah baik dan jujur sehingga mereka mau memakai nilai UN sebagai dapat dipakai untuk menyeleksi mahasiswa,”imbuh dia. Menurut Mendikbud, berdasarkan hasil nilai rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) jalur masuk undangan dan ujian tertulis, prestasi keduanya selalu susul menyusul. Sebagai contoh, pada 2009 rata-rata IPK jalur undangan 2,87 dan ujian tulis 2,70, sedangkan 2010 jalur undangan 2,80 dan tulis 2,73 dan pada 2011 rata-rata IPK jalur undangan 2,99 dan IPK ujian tulis mencapai 3,04.


Mantan menkominfo ini menegaskan, keberadaan UN untuk memetakan kemampuan anak. Pemerintah pun menganggap cara termudah untuk mendapatkan gambaran kemampuan siswa adalah melalui UN. Dia juga berpandangan,pelajar perlu dites kemampuannya dengan alat ukur yang paling efektif adalah konsekuensi kelulusan. Jika semua anak berpikiran untuk lulus, siswa tersebut akan mampu mengeluarkan energi terbesar dalam tubuhnya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso menambahkan,semua PTN mendeklarasikan persetujuannya memakai hasil UN sebagai syarat masuk universitas untuk segala jurusan.Hasil ini pun mempercepat intervensi UN sebagai syarat masuk tahun depan. Mantan rektor ITB ini mengungkapkan, sebetulnya jalur undangan tahun ini sudah memakai hasil UN sebagai prasyaratnya.

Meskipun nilai rapor siswa itu bagus semasa di sekolah, dia akan terdepak keluar dari jalur undangan apabila tidak lulus UN.Kementerian memberikan keleluasaan kepada PTN untuk membuat daftar calon mahasiswa yang masuk melalui jalur undangan. “Tujuan kami menjaring calon mahasiswa yang baik dan berprestasi didukung sepenuhnya oleh PTN,” ungkapnya. Sebelumnya diberitakan, variasi soal UN akan diubah dari lima menjadi 20 paket soal.Kemendikbud menjamin validasi pemetaan kode paket tes akan lebih mudah dan distribusi naskah soal juga dapat diacak.

Selain itu, tingkat kesulitan soal juga akan diubah. Untuk distribusi tingkat kesulitan soal kategori mudah pada 2012 sebesar 10% dan 2013 akan sama, sementara untuk soal berkategori sedang pada 2012 ini kuotanya 70% sehing-ga tahun depan dinaikkan menjadi 80%. Sementara untuk soal dengan kategori sulit saat ini sebesar 10%, tahun depan dinaikkan menjadi 20%. Perubahan soal ini memakai classical test theory dan item response theory (IRT).Keunggulan IRT memungkinkan nilai tingkat kesukaran soal tidak berubah walau dikerjakan oleh siswa pintar maupun tidak.

Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar berpendapat, nilai UN belum ideal sebagai tiket masuk PTN. Dia menjelaskan, keragaman sekolahsekolah yang ada,baik dari segi sarana dan prasarana maupun kualitasnya, berpengaruh terhadap kualitas peserta didiknya. Jika UN dijadikan tiket masuk ke PTN, hanya sekolah- sekolah tertentu yang memiliki peluang besar untuk diterima di PTN.

Selanjutnya pemerintah juga dinilai perlu mengkaji potensi munculnya mark up nilai rapor ulah sekolah-sekolah yang memiliki kualitas rendah. Pertanyaan besar akan muncul pada kualitas siswa yang diterima di PTN jika nilai sekolah sama-sama tidak kredibel dengan hasil UN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar ANDA