Halaman

ucapan

Senin, Februari 04, 2013

Yang g siap Kurikulum Baru 2013 sopo ? ayo ngacung

Implementasi kurikulum baru terutama untuk pelatihan guru selalu dipermasalahkan oleh banyak pihak. Dari durasi pelatihan yang singkat hingga metode pelatihan, menjadi sasaran empuk untuk dikritik. Bahkan guru dinilai tak siap untuk menjalani perubahan ini. Benarkah demikian?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa guru yang selama ini disebut sebagai ujung tombak penerapan kurikulum baru dan sebagai elemen penting dalam kurikulum baru ini menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

"Guru-guru ini malah antusias sekali. Para guru ini kan pelakunya. Yang jadi pelaku saja siap, kenapa yang di atas masih bermasalah," kata Nuh saat usai mengunjungi Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadin di Jepara, Minggu (3/2/2013).

"Seperti di Lombok, di Jogja, guru ini malah seneng. Apalagi saat dikatakan tidak perlu lagi membuat silabus, seneng semuanya," imbuh Nuh.

Menurutnya, sebagian besar guru yang ada di daerah yang selama ini dikatakan akan kesulitan menerapkan kurikulum baru justru malah sebaliknya. Para guru ini dinilai cukup bersemangat dengan perubahan kurikulum ini. Bahkan banyak guru tidak sabar untuk segera menjalankan pelatihan.
"Di Jogja itu, guru-guru sekolah Muhammadiyah malah sudah tidak sabar kapan akan mulai berlatih. Di sini tadi juga guru-gurunya bersemangat sekali," ungkap Nuh.

"Perubahan itu kan bisa berjalan jika peubah dan yang mau diubah itu klop. Nah ini bisa dilihat sendiri, gurunya seneng. Jadi apa lagi," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar ANDA