Halaman

ucapan

Sabtu, September 24, 2011

iseng - iseng ......

Kalau rumahmu kebakaran, telpon pemadam kebakaran. 
Kalau kamu kecurian, telponlah polisi. 
Tapi kalau kamu kesepian, telponlah aku.
Aku tak mungkin bisa mengatasi semua masalah yang menimpamu. 
Tapi aku janji, bakal selalu bersamamu untuk menghadapinya.

Cuma dengan mikirin besok masih bisa sama kamu, 
kayaknya gampaaang banget melalui hari ini.
Aku ingat kamu ketika seneng, karena aku selalu ingin berbagi kebahagiaan denganmu. 
Ingat kamu ketika sedih, karena kamu orang yang selalu mengerti perasaanku. 
Ingat kamu ketika ketawa ato nangis, karena kamu selalu membuat tawaku semakin lebar, dan membuat air mataku berhenti keluar.
Ayolah tinggal sesukamu di dalam hatiku. 
Janji, aku ngga bakalan ngutip uang kontrakan.
Aku yakin bisa menaklukkan dunia hanya dengan satu tangan, 
selama kamu menggenggam erat tanganku yang satu lagi.
Kamu ga pernah bisa kuusir dari pikiranku. 
Ya udah, mungkin tempatmu emang di sana.
Cintaku denganmu memang tak akan berakhir bahagia, 
karena yang kutawarkan untukmu adalah cinta yang tak punya akhir.
Haruskah aku tersenyum penuh bahagia karena menjadi sahabatmu, 
atau menangis dalam perih derita, karena tak bisa lebih dari itu.
Memikirkanmu, aku jadi malas tidur. 
Soalnya, hidupku kini jauh lebih indah dari impian manapun.
Aku akan berhenti mencintaimu, ketika berlian tak lagi berkilau, 
bunga tak lagi bersemi, 
petir tak lagi bergemuruh, 
sungai tak lagi mengalir, 
bintang tak lagi bersinar, 
pelangi tak lagi membias. 
Ah, ngga juga. Kalaupun itu terjadi, aku tak akan berhenti.
Temen-temenku nanya, apa sih yang aku lihat di diri kamu? 
Aku diem aja. Soalnya, kalau aku cerita, bisa-bisa mereka bakal suka juga.

Plis aku butuh bantuan kamu. 
Soalnya, kunci buat membuka pintu kebahagiaanku, 
ga tau napa, ada padamu.

Kamu selalu punya cara buat aku ketawa,
 saat aku bahkan lagi ngga pengen tersenyum. Gila kamu ya!
Kamu tau, napa aku sedih tadi malam? 
Aku duduk di dekat seseorang yang paling berarti buatku, 
namun aku sadar baginya aku mungkin tak berarti apapun.
Tadi malem, pas mikirin kamu, air mataku netes. 
Aku nanya napa dia keluar? Katanya, Ada yang penting banget kykna di mata kamu, 
segitu pentingnya sampe ga ada tempat buat aku. Ya udah, mending aku keluar aja.
Jangan bilang kamu mencintaiku, kecuali dengan kesungguhan. Karena bisa saja aku melakukan hal yang paling gila, dengan mempercayainya.
Di antara jemarimu, diciptakan ruang kosong, agar ada tempat untuk diisi oleh jemariku.
Jangan GR deh. Aku kangen kamu sedikit aja kok. Sedikit berlebihan maksudnya.
Aku sadar, 
mencintaimu sama saja menyerahkan padamu kekuatan untuk menghancurkanku. 
Tapi aku percaya, kau tak akan menggunakannya untuk itu.
Selama ini aku ngga nyadar kalo namaku ternyata keren juga, sampe saat aku denger sendiri kamu menyebut namaku.
Senyummu seperti sebuah undangan buat imajinasiku, 
untuk terbang sejauh-jauhnya, berkembang seliar-liarnya.
Ketika kamu menutup diri, a
ku tau bukan untuk membuatku pergi. 
Kamu cuma ingin tahu, apakah aku cukup kuat untuk membukanya.
Kamu punya profesi jadi pencuri ya? Abisnya kamu mencuri hatiku sih!

Katanya orang bisa jadi bodoh karena cinta, tapi aku ngga peduli itu. Aku cuma mikir, betapa bodohnya mantanmu, yang berhenti mencintaimu.
Napa aku ga pernah bisa membencimu, saat kamu buat perasaanku tercabik-cabik?
Kamu membuatku sekarang ngerti, 
hal paling sakit itu bukan sendiri, tp dilupakan seseorang yang ngga bisa aku lupakan.
Dulu aku heran, napa orang sampe berantem hanya karena cinta.
 Trus aku inget muka kamu, dan tiba-tiba, aku merasa siap menghadapi Perang Dunia Ketiga.
Jika aku ngga bisa mencintaimu seperti yang kamu inginkan, 
bukan berarti aku ngga mencintaimu dengan semua yang kupunya.
Cuma ada satu masalah ketika aku bermimpi tentangmu? 
ketika aku harus terbangun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar ANDA