Halaman

ucapan

Tampilkan postingan dengan label UNAS KUDU SUKSES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNAS KUDU SUKSES. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 19, 2013

Gelombang 2 UN SMA 2013 Amburadul

Penyelenggaran ujian nasional (UN) di 11 provinsi yang ditunda dan dimulai Kamis (18/4/2013) di sejumlah daerah masih kacau. Distribusi soal masih jadi masalah utama sehingga pelaksanaan UN "Gelombang Kedua" ini tidak mulus.

Kasmawati, pengajar di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengatakan, UN SMA/SMK yang tertunda di daerah ini berlangsung mulai Kamis ini, sesuai jadwal yang ditetapkan Kemendikbud. Pelaksanaan UN di daerah ini tidak bisa dimulai Senin kemarin karena naskah soal yang belum tiba hingga hari H ujian.

"Pelaksanaan UN SMA/SMK/MA memang sudah bisa dimulai hari ini, tapi ada satu sekolah yang tidak mendapat naskah soal," papar Kasmawati.
Sementara itu, di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang juga memulai UN pada Kamis ini, terpaksa mengundurnya ke siang hari, mulai pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah. Pelaksanaan UN di NTB juga mundur akibat distribusi naskah soal yang kacau.

"Bagaimana anak mau mendapatkan hasil UN yang maksimal kalau mereka secara psikis dan fisik mulai jenuh. Penyelenggaraan UN tahun ini sangat kacau," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo.

Kamis, April 18, 2013

Lengkap sudah penderitaanmu .......

Masalah Ujian Nasional (UN) siswa SMA bukan hanya tentang keterlambatan distribusi soal yang mengakibatkan penundaan, melainkan juga tentang tertukarnya soal-soal UN. Bahkan, di Makassar, ada siswa yang dipaksa menjawab soal mata pelajaran Kimia, padahal seharusnya siswa tersebut mengerjakan soal Sosiologi.

Soal UN yang tertukar terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar. Salah seorang peserta ujian dibuat bingung karena menerima soal yang berbeda dengan jurusannya di sekolah.
ST (17), tahanan karena kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), asal salah satu SMA di Kabupaten Gowa, ini mendapatkan soal Kimia di hari pertama ujian, Kamis (18/4/2013). Padahal, dia, yang tercatat sebagai siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolahnya, semestinya mengikuti ujian Sosiologi.

Sipir setempat, Andi Akbar, yang dikonfirmasi, membenarkan kesalahan tersebut. Kesalahan soal UN terjadi pada jam pertama ujian. Semestinya, saat itu, siswa jurusan IPS mengerjakan soal Aosiologi, sedangkan siswa jurusan IPA mendapatkan soal Kimia. Sementara siswa jurusan Bahasa mendapatkan soal Antropologi.

"Petugas juga heran kenapa bisa salah begitu. Petugas pengawas ujian tidak membawa soal cadangan. Dengan begitu, ST tidak bisa mengganti soalnya sesuai jurusan. Ia pun terpaksa mengerjakan soal-soal Kimia yang tersedia. Dia sempat keringatan karena tidak tahu apa-apa soal Kimia, tapi tetap saja soal dikerjakan. Kasihan nanti kalau nilainya jelek," beber Akbar.

Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum/Penyuluhan Rutan Kelas I Makassar, Ahmad Lamo, mengatakan, UN di rutan yang dipimpinnya diikuti tiga siswa. Ketiganya merupakan tahanan Kejaksaan Negeri Makassar yang sedang menunggu masa sidang. Ketiganya akan mengikuti ujian sesuai jadwal hingga Senin pekan depan.
Selain ST, dua tahanan lain di rutan tersebut ialah IT, siswa SMK jurusan Otomotif Kendaraan Ringan di Makassar, dan AN, siswa SMA yang juga berasal dari Makassar. Ketiganya tercatat sebagai tersangka pencurian kendaraan bermotor.

Ujian Nasional 2013 dengan Soal dan LJK fotokopian

Sebanyak 336 siswa/siswi SMAN 1 Sungguminasa Gowa terpaksa mengerjakan soal fotokopi untuk mata pelajaran Kimia saat pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK/MA, Kamis (18/4/2013).
Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Sungguminasa, Sakri mengungkapkan sekolah mereka memang tidak mendapatkan jatah soal Kimia.

"Jatah soal untuk SMA Salis (SMAN 1 Sungguminasa) memang tidak ada, dua kali pengiriman soal untuk kami tidak ada, sampai jam 10 malam kemarin saya menunggu di Polres Gowa," paparnya.
Akibatnya Sakri harus mencari jatah soal sekolah lain yang kelebihan dan mengkopi untuk kemudian dibagikan ke 17 ruangan yang digunakan ujian. Bahkan lembar jawabannya pun hasil fotokopi

Kualitas LJUN 2013 menurun

Kertas lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN) tingkat SMA dan sekolah sederajat kualitasnya menurun dibandingkan kondisi tahun lalu, sehingga pemindaian sempat mengalami eror sebanyak 25 persen, demikian dikatakan Ketua Panitia Ujian Nasional Palembang, Zulkifli.

Zulkifli saat dijumpai di Sekretariat panitia UN Palembang, Rabu mengakui sempat terjadi eror karena kertas yang agak tipis sehingga mudah terlipat. Meski demikian, kata dia, hambatan tersebut dapat diatasi dengan memotong bagian yang terlipat dan meluruskannya. "Tidak perlu khawatir semua lembar jawaban peserta ujian pasti akan terbaca," kata Zulkifli, Rabu (17/4/2013).

Ia mengatakan, untuk pemindaian sendiri panita Ujian Nasional tingkat SMA dan sekolah sederajat di Sumsel telah menyediakan enam alat pemindai jawaban dengan kapasitas 5.000 lembar per jam.

"Kami juga menyiapkan dua pemindai cadangan agar bisa mengejar target merampungkan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJ UN) sebelum 1 Mei," katanya.

Distribusi LJ UN dari rayon 11 kabupaten dan empat kota di Sumsel sendiri diperkirakan lengkap sesuai jadwal pada Jumat 19/4) ini. Sementara LJ UN sendiri sudah mulai masuk ke sekretariat untuk dipindai sejak Senin sore (15/4/2013). 

"Sebagian besar lembar jawaban dari daerah sudah masuk dan diterima tim penerima LJ UN," jelasnya.
"Selanjutnya amplop-amplop berisikan LJ UN itu dicek lalu serah terima dengan petugas untuk diterima tim labelling yang memeriksa isi amplop disesuaikan dengan daftar peserta ujian," katanya.

Pantauan Antara, pelaksanaan UN hingga Rabu atau hari ketiga ini berjalan lancar, dan belum ada keluhan para siswa yang sedang menjalani ujian akhir tersebut.
Erik, salah satu siswa MAN 3 Palembang yang juga peserta Ujian Nasional mengaku mempunyai keyakinan bisa melalui proses pengisian soal-soal ujian dengan baik, karena sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari.

Memang diakuinya, selama tiga hari menjalani UN sejak Senin hingga Rabu ini memang jauh berbeda dibandingkan UN tahun-tahun sebelumnya sesuai dengan pengakuan para siswa yang sudah lulus duluan.
"Kalau peserta UN tahun lalu soal ujian semua mata pelajaran sama, sedangkan tahun ini sama sekali berbeda karena soal diberikan antara siswa satu dengan lainnya dalam satu kelas berbeda, jadi tidak ada kesempatan untuk saling memberi tahu," katanya.
Namun demikian, kata dia, khususnya siswa SMA dan sekolah sederajat tingkat akhir yang sedang menjalani ujian nasional sekarang ini patut bersyukur, karena dilaksanakan sesuai jadwal.

baca juga :

Lembar Jawaban UN Tipis, Tetap Bisa Dipindai
 

Rabu, April 17, 2013

Menengok pemeriksaan LJK Ujian Nasional 2013

santai dulu Nda.....UN tinggal satu hari lagi
yuk kita tengok kesibukan dari si pemeriksa  LJK kamu
biar kita tau bahwa mereka-mereka se-serius kamu lho

Selasa, April 16, 2013

Kata Eyang ....Lagu sumbang itu judulnya "Ujian Nasional 2013"

Penyelenggaraan ujian nasional (UN) 2013 yang diwarnai kekisruhan menguatkan wacana penghapusan UN. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menghapus UN pada tahun depan.

Retno mengatakan bahwa kebijakan pelaksanaan UN tahun ini sesungguhnya ilegal karena tidak menghormati keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait UN yang diputuskan pada tahun lalu.
 


"Sudah Pak Presiden, tidak perlu ada UN tahun depan. Ini adalah UN yang terakhir. UN ini sudah ilegal, gagal pula pelaksanaannya," kata Retno saat jumpa pers terkait pelaksanaan UN di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Ia juga mempertanyakan biaya tinggi yang digunakan untuk pengadaan naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN) hingga Rp 94,8 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, semestinya kendala teknis yang terjadi pada UN kali ini tidak akan ada.

"UN ini sudah berbiaya tinggi, tapi kualitasnya tidak baik dan tidak mengukur kualitas pendidikan Indonesia yang sebenarnya," ujar Retno.

"Jadi, sudahlah, tidak usah dipaksakan lagi adanya UN. Sudah belajar keras ternyata ditunda, anak-anak semakin stres saja," tandasnya.

Seperti diketahui, UN 2013 dianggap gagal akibat tidak digelar serentak lantaran adanya keterlambatan distribusi soal ke 11 provinsi yang mengakibatkan penundaan UN. Selain itu, daerah yang menggelar UN tepat waktu juga didera berbagai masalah teknis, seperti soal kurang, soal tertukar, dan LJUN rusak

Ujian Nasional Listening tak ber "kaset"

Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 masih terkendala logistik soal. Kali ini, masalah dialami pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri A Bandung di Jalan Padjajaran.

Pada UN mata pelajaran hari Selasa (16/4) pagi ini, sekolah tidak menerima kaset ujian listening atau untuk 'mendengar'.

"Ujian mata pelajaran bahasa Inggris ini, selain ujian tertulis, ada juga namanya listening, siswa mendengarkan dari kaset. Tapi UN kali ini, kami tidak menerima kaset ujian," ujar Wakil Ketua Panitia UN SLBN-A, Tarman kepada wartawan, Selasa (16/4).
Menurut Tarman, karena tidak ada kaset ujian, siswa tetap melanjutkan ujian namun hanya mengerjakan ujian tertulis saja.Tahun ini UN di SLBN-A hanya diikuti oleh enam siswa. Seharusnya ada delapan siswa, tapi satu siswa sakit dan satu siswa dinyatakan mengundurkan diri karena tidak ada keterangan ketidakhadiran.
Pada hari pertama UN, SLBN-A juga tidak menerima lembar jawaban (LJUN). Akhirnya, sekolah menyiasati dengan mengganti LJUN dengan kertas braille.

Senin, April 15, 2013

Sekedar pengingat tentang Rangkuman Ujian Nasional FISIKA n UN EKONOMI

Ujian Nasional Selasa 16 April 2013
Bidang studi Bahasa Inggris plus FISIKA (IPA) n EKONOMI (IPS)
sekedar membuka tuk mengingat adja
jangan spaneng-spaneng.......ea
kata eyang munif






Pesan Cak Nuh jelang Ujian Nasional 2013

Sebentar lagi, jutaan siswa tingkat sekolah menengah atas akan melaksanakan ujian nasional (UN) 2013. Dengan berbagai macam perbedaan yang terjadi pada UN tahun ini, anak-anak tetap diharapkan siap dan berkonsentrasi pada soal yang dikerjakannya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, menyempatkan menyampaikan pesan sekaligus memberi semangat bagi para siswa yang akan menjalankan UN 2013 pada Senin (15/4/2013) ini khusus untuk wilayah Indonesia barat dan Indonesia timur. "Yang pertama, tanamkan rasa percaya diri dan optimisme agar dapat mengerjakan soal dengan baik," kata Nuh sebelum melakukan inspeksi dadakan ke beberapa sekolah di Jakarta, Senin (15/4/2013).
Selanjutnya, Nuh mengimbau anak-anak menyiapkan diri dengan baik dan percaya pada apa yang telah dipelajari selama ini. Kemudian ia juga meminta agar anak-anak tidak lupa berdoa sebelum mengerjakan soal yang ada nanti. "Siapkan dengan baik dan berdoa. Insya Allah sukses. Pokoknya konsentrasi saja," ujarnya.
Nuh juga meminta para siswa tak terusik dengan tawaran bocoran soal maupun kunci jawaban. "Tidak usah percaya macam-macam dan bocoran soal. Percaya diri saja sekali lagi," tegas dia.
Seperti diketahui, UN 2013 kali ini tidak dilaksanakan secara serentak karena terlambatnya penyelesaian dan pengiriman naskah soal. Untuk wilayah Indonesia barat dan Indonesia timur, uijan tetap berjalan sesuai jadwal, yaitu 15-18 April 2013 sementara untuk wilayah Indonesia tengah, mundur pelaksanaannya menjadi 18-23 April 2013.

Minggu, April 14, 2013

Horeeeeee UN 2013 diundur

Pengunduran jadwal Ujian Nasional, karena masalah gangguan teknis percetakan,pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 pada jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C untuk 11 provinsi diundur.

Sedangkan untuk 22 provinsi lainnya tetap diselenggarakan sesuai jadwal yakni Senin tanggal 15 April.

Adapun 11 provinsi yang jadwal UN nya diundur meliputi 
Kalimantan Selatan , 
Kalimantan Timur,
Sulawesi Utara,
Sulawesi Tengah ,
Sulawesi Selatan ,
Sulawesi Tenggara ,
Bali ,
Nusa Tenggara Barat (NTB),
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Gorontalo, dan
Sulawesi Barat


Adapun pergeseran waktunya, UN hari pertama yang semula dijadwalkan pada Senin, 15 April 2013 diundur menjadi Senin, 22 April 2013. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama untuk SMA/MA/SMALB/SMK adalah Bahasa Indonesia, sedangkan untuk Paket C adalah Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.

Pelaksanaan UN hari kedua yang semula dijadwalkan pada Selasa, 16 April 2013 diundur menjadi Selasa, 22 April 2013. Adapun UN hari ketiga yang semula dijadwalkan pada Rabu, 17 April 2013 diundur menjadi Jumat, 19 April 2013. Adapun UN pada hari Kamis, 18 April 2013 tetap dilaksanakan pada hari dan tanggal yang sama.

Konsekuensi pengunduran jadwal UN Utama tersebut juga menyebabkan diundurnya jadwal ujian susulan. Semula dijadwalkan pada 22 April diundur menjadi 29 April.

Hal tersebut dijelaskan Mendikbud M Nuh pada konferensi pers,Minggu (14/4), didampingi Wamendikbud Musliar Kasim, Irjen Kemendikbud Haryono Umar, Dirjen Pendidikan Menengah,Hamid Muhammad, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) M Aman Wirakartakusumah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Khairil Anwar,Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Syawal Gultom dan perwakilan perusahaan percetakan UN.

“Jadi pengunduran jadwal UN hanya di 11 provinsi sedangkan untuk 22 Provinsi termasuk DKI tetap dilaksanakan sesuai jadwal Senin (hari ini ) 15 April," ungkap M Nuh.Adapun jumlah siswa di 11 provinsi tersebut sebanyak 1,1 juta di 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK.Sedangkan naskah soal UN di 11 provinsi ini juga berbeda dengan naskah soal di 22 provinsi.

Mendikbud menjelaskan penyebab pengunduran jadwal UN di 11 provinsi karena persoalan teknis pada salah satu pihak percetakan. Dia menyebutkan, dari enam perusahaan yang melakukan pencetakan naskah UN ada satu percetakan yang belum selesai melakukan penyiapan.

“Ya,masalahnya karena ada satu pihak perusahaan percetakan yang sekarang sedang berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan yaitu percetakan PT Ghalia Indonesia Printing,” ungkapnya.

Menurut Nuh, Kemendikbud telah bekerjasama dengan TNI AU untuk melakukan jadwal pengiriman naskah UN yang terlambat tersebut dengan penyediaan pesawat empat hercules, satu fokker, satu boeing 737 yang sudah disiapkan."Pimpinan TNI AU, siap mendukung pengiriman ini. Setelah selesai pengepakan kita bawa ke lanud Halim sesuai jalur dan selesai dikirimkan,” cetusnya.Ia berharap bagi seluruh orang tua dan siswa yang jadwal UN nya di undur agar memanfaatkan waktu yang mundur dengan sebaik baiknya untuk mempersiapkan diri belajar lebih baik hadapi UN.

Nuh menambahkan pihaknya mengkomunikasikan pengunduran jadwal UN kepada dinas pendidikan di 11 Provinsi untuk disampaikan ke sekolah dan ke peserta didik. Dia juga telah melakukan komunikasi kepada sejumlah gubernur yaitu Gubernur Bali, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Sulawesi Selatan. "Para Gubernur memahami dan siap melaksanakan pergeseran dari jadwal semula,” jelasnya.

Sementara ,Direktur Ghalia Indonesia Printing Hamzah Lukman mengatakan, penyebab keterlambatan pencetakan karena materi yang dicetak kompleks dan area percetakan terlalu penuh untuk menghimpun bahan materi . “Untuk masuk ke amplop sudah selesai, tetapi untuk memasukkan ke boks kesulitan. Atas nama pribadi dan perusahaan Ghalia kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini yang tidak diduga dan tidak ada niatan sedikitpun kami sengaja melakukan keterlambatan karena teknis di perusahaan dan menyebabkan keterlambatan finishing,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu,Irjen Haryono mengatakan pihaknya terbuka untuk menelusuri masukan terhadap upaya berbagai pihak yang memanfaatkan isu kebocoran dengan menjual isu kebocoran."Tim irjen akan melakukan investigasi terhadap berbagai isu yang meresahkan seperti isu kebocoran dan jual beli kunci jawaban yang sebenarya itu tidak benar," tegasnya. Terkait sanksi terhadap perusahaan percetakan yang terlambat tadi, pihaknya menyatakan tengah melakukan investigasi lebih lanjut

Jumat, April 12, 2013

Peregangan jelang ujian nasional

yo...yo....
saatnya coolingdown.
jangan ngoyo-ngoyo
aq yakin semua da kamu lakukan secara
lahir n bathin.
mulai pelajaran tambahan di sekul
les di bimbingan n mgkin privat'e
doa mandiri n jama'ah
dan sekarang kita tinggal berpasrah kepadaNYA


NICH SEKEDAR DILIAK-LIAK BrOOOO







SALAM SUKSES MULIA
BUATmu SELALU NDa

Rabu, April 10, 2013

Soal Ujian Nasional tiap kelas pun berbeda.

Ujian nasional kali ini memiliki perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu terdapat 20 variasi soal untuk satu kelas sehingga tidak ada yang akan mendapatkan soal yang sama dalam satu kelas. Namun, ternyata tidak berhenti di situ, soal antar kelas pun dibuat berlainan.
Kepala Pusat Penerangan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hari Setiadi mengatakan bahwa antara kelas A dan kelas B bisa jadi soalnya juga berbeda karena jumlah variasi paket soal setiap provinsi sebanyak 30 buah. Namun, dalam ruangan kelas tetap ada 20 variasi paket soal yang digunakan.
"Misalkan ada 20 orang maksimum di kelas itu, ya, 20 soal berbeda. Namunn, kan, tidak hanya 20 paket kalau untuk keseluruhannya," kata Hari di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (10/4/2013).
"Jadi, kemungkinan, satu ruang ujian dengan ruang ujian sebelahnya berbeda juga. Kalaupun sama juga tidak terlalu identik," imbuh Hari.
Meski naskah soal UN memiliki banyak paket, pihak penyelenggara tetap meyakinkan bahwa tingkat kesulitannya tetap sama antara satu soal dan soal yang lainnya. Komposisi soalnya sendiri terdiri dari 70 persen soal sedang, 20 persen soal sulit, dan 10 persen soal mudah.
"Semuanya dibuat rata. Tidak akan ada siswa yang dapat soal banyak yang sulit, sementara yang lain dapat soal banyak yang mudah," kata Hari.
UN 2013 untuk jenjang SMA/SMK/MA/SMALB akan digelar pada 15 April. Penyelenggaraan UN kali ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia antara jenjang formal dan jenjang kesetaraan atau paket C, tidak seperti tahun yang lalu.

Selasa, April 09, 2013

sertakan bukti dan lokasi sekolah tempat terjadinya kecurangan UN 2013 bila ingin mengadu


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berupaya melakukan perbaikan penyelenggaraan UN. Perbaikan itu, antara lain, mulai tahun ini, penyelenggaraan UN menggunakan 20 variasi soal dari sebelumnya 5 variasi soal. Demikian disampaikan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, ketika dihubungi pada Minggu (7/4). “Masing-masing siswa mengerjakan soal yang berbeda sehingga peserta lebih berkonsentrasi mengerjakan soalnya masing-masing dan tidak  bisa mencontek,” ujar Ibnu Hamad. Di samping itu, untuk mencegah terjadinya kebocoran soal, mulai tahun ini naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan barcode. “Ini merupakan langkah preventif mengatasi kebocoron soal UN,” lanjut Ibnu Hamad.
Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait kecurangan penyelenggaraan UN tahun sebelumnya, Ibnu Hamad menjelaskan, terhadap pengaduan yang disertai bukti dan lokasi sekolah tempat terjadinya kecurangan, Kemdikbud telah menindaklanjutinya. Demikian pula terhadap oknum yang terbukti melakukan kecurangan telah dijatuhkan sanksi, baik sanksi akademik, administratif, bahkan dilimpahkan ke pihak berwajib apabila terbukti melakukan tindak  pidana. “Kemdikbud telah menjatuhkan sanksi kepada oknum yang terbukti telah melakukan kecurangan UN,” tegasnya.
Namun disayangkannya, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan UN tahun sebelumnya, dari ratusan pengaduan yang masuk, hanya beberapa pengaduan saja yang disertai bukti dan lokasi sekolah tempat terjadinya kecurangan. “Sedikit sekali pengaduan yang menyertakan bukti dan lokasi sekolah, sehingga sukar dilakukan investigasi,” ujarnya.
Salah satu kasus kecurangan UN yang telah ditindaklanjuti Kemdikbud, dicontohkannya, adalah kasus kecurangan UN di SDN Gadel II Surabaya, Jawa Timur. Sebagaimana diberitakan dalam penyelenggaraan UN SD tahun 2011 diduga telah terjadi contek massal di SD tersebut. Dugaan contek massal mencuat setelah adanya laporan wali murid bernama Ibu Siami.  Anaknya, Al, mendapatkan instruksi dari seorang guru untuk memberikan contekan jawaban ke teman-temannya saat UN.
Terhadap laporan itu, Kemdikbud meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pemindaian hasil jawaban dari 60 siswa yang mengikuti UN di SD tersebut. Dari hasil pemindaian, ternyata pola jawaban siswa tidak menunjukkan adanya kesamaan identik antara jawaban satu siswa dengan siswa lainnya. Berdasarkan itu, Kemdikbud berkesimpulan tidak terjadi contek massal UN di SD dimaksud. “Walaupun demikian, Kemdikbud tetap memberikan apresiasi kepada Ibu Siami dan keluarganya karena telah menyampaikan kebenaran,” ujar Ibnu Hamad. Demikian pula terhadap oknum guru yang telah menginstruksikan siswanya mencontek, juga telah memberikan sanksi akademis.
Selama UN 2013 berlangsung, Kemdikbud kembali  membuka beberapa Posko Pengaduan,  yakni Posko Pengaduan UN di Pusat Informasi dan Humas (PIH), Inspektorat Jenderal, dan Pusat Penilaian Pendidikan. Selain itu, juga ada posko pengaduan di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). “Kemdikbud juga menghimbau dinas pendidikan, baik provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Indonesia agar dapat membuka posko pengaduan UN,”  kata Ibnu Hamad.
Posko UN di Kemdikbud akan dibuka mulai  tanggal 13 April 2013. “Masyarakat dapat menyampaikan berbagai hal tentang penyelenggaraan UN, baik melalui telepon, pesan singkat (SMS), email, atau datang langsung ke posko UN Kemdikbud. Nomor telepon dan email posko UN akan diumumkan dalam waktu dekat,” tandas Ibnu Hamad.

Senin, April 08, 2013

Hasil Tryout Ujian Nasional 2013 SMA-IPA dan IPS

Hasil Tryout Ujian Nasional 2013 Jenjang SMA IPA & IPS
yang diadakan oleh Lembaga Bimbingan Belajar (LBB)
Sony Sugema College (SSC) Kediri pada tanggal 01 April sd 03 April 2013
adalah sebagai berikut :

KELOMPOK IPA


KELOMPOK IPS

AWAS PENIPUAN ...... Jual Beli Jawaban Ujian Nasional

Ujian nasional tingkat SMA dan sederajat tahun 2013 akan dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 18 April 2013 mendatang. Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Bandung mencium adanya indikasi jual beli kunci jawaban ujian nasional (UN) oleh oknum alumni dari sekolah masing-masing.

Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Kota Bandung Iwan Hermawan mengatakan, dugaan bocor dan jual beli kunci jawaban UN diketahui sejak dua hari ke belakang, setelah adanya pengakuan dari beberapa siswa.

"Ya, kabar ini terdengar setelah ada pengakuan dari beberapa siswa telah melakukan jual beli kunci jawaban UN," kata Iwan kepada Kompas.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (3/4/2013) malam.

Berdasarkan pengakuan dari para siswa, kata Iwan, kunci jawaban tersebut diperjualbelikan mulai harga Rp 40.000 hingga Rp 80.000 per orang untuk semua mata pelajaran yang diujikan.
"Harganya bervariasi, kalau sekolah di pinggiran, harganya murah, antara 40 sampai 50 ribuan, kalau sekolah-sekolah negeri antara 75 sampai 80 ribuan," beber Iwan.
Saat ini, calon pembeli, yakni siswa SMA sudah mulai ditarik bayaran sebesar 50 persen. Sesuai perjanjian sebelumnya, pelunasan dilakukan 4 hari sebelum UN dimulai. Kemudian, setelah lunas, jawaban baru akan dikirim ke koordinator kelas masing-masing melalui SMS ataupun BBM.

"Siswa itu mengumpulkan uang ke koordinator kelas, kemudian ke ketua kelas dan lalu ke ketua jurusan, dan ketua jurusan ke yang bersangkutan. Begitupun, datangnya jawaban, hanya saja sebaliknya. Dari pengirim jawaban dulu kemudian akhirnya nyampe ke para siswa setelah jawabannya di SMS-kan ke koordinator jurusan, dan koordinator kelas," ungkap Iwan.

Iwan mengaku pihaknya menelusuri hal itu ke lapangan. Ternyata, seluruh SMA di Bandung mendapat kasus yang sama. Iwan mengatakan, di Kota Bandung ini terdapat 140 SMA swastad dan negeri serta 75 SMK negeri dan swasta dengan rata-rata tiap sekolah memiliki 400 siswa.
Dia curiga, sindikat pelakunya adalah alumni sekolahnya masing-masing. "Setelah saya lakukan penelusuran, hasilnya sama, ternyata semua SMA seperti itu, pelakunya adalah alumninya sendiri. Hanya saja harganya berbeda-beda tergantung jenis sekolahnya," kata Iwan.

Minggu, April 07, 2013

1.659.656 siswa Jatim mengikuti UN 2013

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mulai mendistribusikan paket soal Ujian Nasional (UN) untuk kawasan kepulauan. Soal ujian mulai dikirim ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik di Jawa Timur, Jumat, 5 April 2013.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun mengatakan, pengiriman ke Pulau Bawean dilakukan lebih awal dengan pertimbangan jarak yang jauh dan kondisi cuaca.

Setelah ke Pulau Bawean, pada Senin nanti, distribusi soal juga dilakukan ke kawasan Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

"Khusus Sumenep distribusikan Senin pekan depan. Karena kapalnya hanya ada tanggal 8 dan 24 April," katanya.

Sementara untuk distribusi soal ke seluruh kabupaten/kota di Jatim yang jalurnya relatif lancar akan dimulai 10-11 April. Dan, seluruh soal akan diterima masing-masing kabupaten/kota H-4 sebelum pelaksanaan Unas.

Disebutkan, distribusi dijanjikan tidak ada kendala atau kebocoran soal, karena akan dikawal langsung oleh tiga unsur, yakni polisi, pihak perguruan tinggi dan Diknas Jatim.

Unas 2013 jenjang SMA/SMK/ MA akan dimulai pada 15-18 April. Disusul SMP/MTs pada 22-25 April dan SD/MI pada 6-8 Mei 2013. Berdasar data Diknas Jatim, total peserta mulai dari jenjang SD,SMP,SMA, SLB dan Paket di Jatim yang akan mengikuti UN nanti tercatat 1.659.656 siswa.

Sabtu, April 06, 2013

Ujian Nasional SMA bulan JULI 2013............klo gagal APRIL 2013

Sebanyak 3.224.179 siswa jenjang menengah atas seluruh Indonesia akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2013 yang akan diselenggarakan serentak pada 15 April mendatang. Sebagian besar jumlah ini tentu didominasi oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Aman Wirakartakusumah mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan data yang masuk ke pihaknya per tanggal 5 April. Namun, ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta UN untuk tingkat menengah atas ini tidak akan mengalami perubahan signifikan.

"Data terakhir yang ada di kami sejumlah itu dan diperkirakan tidak akan ada perubahan yang signifikan," kata Aman saat jumpa pers tentang Pelaksanaan UN 2013 di Gedung C Kemdikbud, Jakarta

Berdasarkan data dari BSNP tersebut, dari total peserta sebanyak 
1.268.834 siswa SMA terdaftar akan mengikuti UN. 
Kemudian yang juga mengikuti UN adalah sebanyak 
331.177 siswa Madrasah Aaliyah (MA), 
1.131.006 dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 
1.189 dari SMA Luar Biasa, 
191.917 dari Paket C dan 
56 orang dari Paket C Kejuruan.

"Tidak seperti tahun lalu, semuanya baik yang formal maupun yang kesetaraan atau paket akan digelar bersamaan. Yang formal pagi dan paket dilaksanakan siang," jelas Aman.
Kendati demikian, ujian paket bagi siswa yang gagal dalam UN 2013 tetap akan diselenggarakan sekitar pertengahan tahun ini sehingga ada dua kali penyelenggaraan ujian paket. "Pada bulan Juli akan ada lagi ujian kesetaraan untuk paket ini," tandasnya.

Selasa, April 02, 2013

Lembar Jawab Ujian Nasional 2013 Rawan Sobek


Siswa SMA/MA/SMK/SMALB di Solo (ea seluruh Indonesia juga bro : red_M4) diminta ekstrahati-hati dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013. Pasalnya, dalam UN  yang bakal digelar pada 15-18 April itu, lembar jawab ujian nasional (LJUN) terpasang jadi satu dengan naskah soal.
Untuk mengerjakannya, siswa harus merobeknya terlebih dahulu dari bendel soal.  
"Jika tidak hati-hati, bisa-bisa lembar jawab tersebut sobek atau terkoyak. Padahal jika rusak, siswa harus meminta ganti bukan hanya lembar jawab, tetapi juga soalnya," kata Ketua UN 2013 Kota Surakarta, Bambang Wahyono.
Bambang mengemukakan, dalam setiap ruang hanya ada satu lembar jawab cadangan.
Dengan adanya mekanisme baru dimana lembar jawab dibendel jadi satu dengan soal, kemungkinan rusak menjadi lebih besar. Padahal dalam UN kali ini, setiap peserta UN akan memperoleh jenis soal yang berbeda dengan bobot yang sama.
Karena itu, lembar jawab yang rusak harus ditukar satu bendel dengan soal karena ada kode berbeda di setiap soal dan lembar jawabnya. Dia juga mengimbau pada peserta agar naskah soal harus terlebih dahulu dicek.
Pasalnya, jika salah sulit mencari ganti karena soal berbeda-beda. Untuk meminimalisasi kekeliruan yang ada , Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga akan memanggil pengawas secara maraton
(Nek nang Dinas Pendidikan JawaTimur yok opo rek .......N Dinas pendidikan Kediri 
yo opo Nda :red_M4)

Empat hal penting dalam Ujian Nasional yang harus diperhatikan


Ternyata kegagalan dalam Ujian Nasional (UN) tidak hanya disebabkan pada ketidaksiapan siswa terhadap materi saja. Sebab, banyak siswa yang cerdas dan sebenarnya memperoleh nilai tinggi di UN harus menghadapi kenyataan pahit karena Lembar Jawaban Komputer (LJK) miliknya tak terpindai.
Pemerhati Pendidikan Saufi Sauniwati mengatakan bahwa hal ini terjadi berulang kali di tiap penyelenggaraan UN. Beberapa hal yang membuat LJK akhirnya tidak terpindai saat dilakukan koreksi jawaban adalah cara penghitaman yang salah, mencorat-coret LJK, tidak teliti saat mengisi LJK dan tidak mengisi LJK dengan pensil 2B.
"Saya sempat ikut mengoreksi saat di Cimahi dan itu banyak kejadian seperti itu. Jadi siswa juga diminta disiplin karena yang namanya teknis ini sangat menunjang," kata Saufi di Jakarta beberapa saat lalu.
Pertama, jangan pernah mencoba menggunakan alat tulis selain pensil 2B. Sebab, dalam POS Ujian Nasional (UN) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan wajib menggunakan pensil 2B agar dapat terpindai dengan baik.
"Ada yang waktu itu memakai spidol hitam. Ya jelas tidak bisa terbaca oleh mesin. Jadi guru atau pengawas juga harus awasi peserta UN untuk ini," ujar Saufi.

Kedua adalah cara penghitaman LJK. Sebenarnya, cara penghitaman ini sudah berulang kali dijelaskan. Namun, berulang kali pula, banyak siswa yang masih salah sehingga jawaban tak terbaca.
Yang pasti bulatan harus dihitamkan penuh dan tepat. Sebaiknya juga hindari hanya memberi centang pada LJK dan akan dihitamkan nanti karena dikhawatirkan waktunya tidak cukup.

Ketiga adalah hindari mencorat-coret LJK di bagian yang tidak diminta karena akan mengakibatkan LJK tak terpindai. Salah satunya adalah tanda hitam dipinggir LJK yang merupakan penanda sebaiknya jangan dicorat-coret.
Kemudian jika diminta membubuhkan tanda tangan, maka lebih baik tetap gunakan pensil dan jangan di luar kotak. "Pernah kejadian, anak ini dapat nilai tinggi saat dikoreksi manual tapi saat dipindai tidak terbaca. Karena tanda hitam yang dipinggir LJK itu diwarnai dan ada juga yang malah buat gambar di LJK," ujar Saufi.

Selanjutnya, teliti dalam mengisi LJK. Seringkali siswa lupa menghapus jawaban yang salah sehingga jawaban pada suatu nomor menjadi dobel. Hal ini termasuk saat mengisikan nama dan identitas di LJK. Perbedaan nama atau identitas juga mengakibatkan LJK tak terbaca.
"Misalkan begini, namanya Christian Hadinata. Pada hari pertama dia tulis lengkap. Kemudian hari kedua hanya ditulis C. Hadinata dan hari ketiga Christian. H. Itu tidak akan bisa terakumulasi nilainya sehingga merugikan," jelasnya.
"Jadi jangan iseng dan disiplin dalam teknis pengerjaannya juga sangat penting," tandasnya.

Senin, April 01, 2013

Soal UN Bocor Akan Mudah Dilacak, katanya


Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan, soal ujian nasional 2013 yang bocor akan mudah dilacak karena soal UN 2013 memiliki barcode (tampilan sekuriti).
"Dengan adanya barcode akan mudah diketahui mana soal yang bocor, namun soal UN 2013 juga sulit bocor, karena memiliki variasi soal yang lebih banyak dari tahun lalu," katanya di Surabaya, Minggu (31/3/2013).

Ia mengemukakan hal itu setelah melakukan Sosialisasi Kurikulum 2013 dan Peresmian Gedung Pascasarjana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang dihadiri ratusan guru PGRI se-Jawa Timur.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu mengharapkan para siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat untuk khusyuk mengerjakan soal UN 2013, karena variasi soal UN yang dikerjakan dalam satu ruang akan berbeda semuanya.

"Saya tahu sekarang sudah beredar bocoran soal UN, tapi dari mana bocoran itu, karena soal UN 2013 saja belum selesai dicetak, kok sudah bocor, lalu dari mana bocoran itu," katanya.
Dalam arahan pada Sosialisasi Kurikulum 2013, Mendikbud menegaskan, mata pelajaran akan mengalami perubahan pendekatan karena tujuan Kurikulum 2013 bukan hanya pengetahuan, melainkan juga sikap dan keterampilan.

"Untuk itu, pendekatan yang sinergis antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan akan ada dalam kurikulum baru itu. Misalnya, mata pelajaran IPA yakni Biologi, Kimia, dan Fisika yang akan menginduk ke mata pelajaran Biologi, kemudian mata pelajaran IPS yakni Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi yang akan menginduk ke mata pelajaran Geografi. Itu karena target kita bukan hanya pengetahuan," katanya.

Bahkan, mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan pun tidak akan diajarkan dengan memberitahukan apa saja sila-sila Pancasila dan apa artinya. "Namun, siswa akan diajari tentang cara menjadi warga negara yang efektif untuk saat ini, lalu dikenalkan dengan cara untuk itu melalui Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Bahasa Indonesia, lagu 'Indonesia Raya', dan sebagainya," katanya.

Tidak hanya itu, pengenalan itu juga akan direlevansikan dengan konteks saat ini. "Jadi, siswa tidak hanya tahu Pancasila, tapi mereka diajak berpikir terkait relevansi Pancasila saat ini," katanya.

Dalam sosialisasi itu, Mendikbud juga menerima sejumlah pertanyaan dari para guru, di antaranya nasib guru mata pelajaran yang diintegrasikan dengan mata pelajaran lain, peraturan tentang tatap muka 24 jam, dan sebagainya.