Halaman

ucapan

Minggu, Desember 09, 2012

KOPI GAJAH....satu cangkirnya hanya 500rb


Lupakan robusta dan arabika--ini adalah kopi termahal di dunia, dengan bumbu unik: kotoran gajah. Kini, kopi yang dihasilkan dari perbukitan utara Thailand, menjadi kopi termahal di dunia.
Per kilogram kopi yang dikenal dengan nama black ivory ini dijual seharga US$ 1.100, atau setara Rp 10,6 juta. Sebelumnya, kopi termahal adalah kopi luwak yang harga per kilogramnya di pasaran internasional antara US$ 700 hingga US$ 1.000.
Mengapa harga kopi ini menjulang? Selain rasanya yang konon nikmat, proses panjang dilalui sebelum terhidang menjadi secangkir kopi. Perempuan pedesaan Thailand mengumpulkan kotoran gajah di provinsi Chiang Rai, Thailand utara. Setelah terkumpul, mereka memilah biji-biji kopi dari tiap gunduk kotoran gajah.

Selama dalam percernaan gajah inilah aroma kopi "diperkaya". Dibutuhkan 15-30 jam untuk mencerna biji, yang berada di dalam perut gajah, bersama makanan seperti pisang, tebu, dan bahan-bahan lainnya.
 
Ide kopi gajah ini muncul dari seorang investor kopi asal Kanada, Blake Dinkin. Ia menghabiskan US$ 300 ribu untuk mengembangkan proses pengolahan kopi dengan media pencernaan gajah. Dinkin mengatakan ia bekerja dengan seorang dokter hewan untuk memastikan gajah-gajah ini tidak menyerap kafein dari buah kopi yang dikonsumsinya.

Kopi gajah beda dengan kopi luwak yang kini ada di mana-mana. Hanya hotel-hotel mewah di Thailand yang menyediakan. Belakangan, permintaan juga datang dari jaringan hotel bintang lima di Maladewa dan Abu Dhabi.
Saat ditanya mengapa begitu mahal harga kopi buatannya, Dinkin setengah bercanda menyatakan bahwa gajah adalah pekerja yang sangat tidak efisien. Dibutuhkan 33 kilogram biji kopi mentah untuk memproduksi 1 kilogram kopi black ivory. "Mayoritas kopi yang masuk ke perutnya telah rusak atau hilang setelah dikeluarkan. Beda dengan luwak," ujarnya.



sumber 

Sabtu, Desember 08, 2012

Ponsel alias HP layar gulung

Bayangkan bila Anda dapat memperlakukan ponsel anda seperti sehelai kertas. Digulung, dijatuhkan, diselipkan ke dalam ransel, maupun diinjak namun tetap tidak rusak.

Para peneliti sedang mengembangkan ponsel semacam itu -yang wujudnya tipis layaknya kertas dan dapat ditekuk.
prototipenya telah ada dan menarik banyak perhatian dalam berbagai pameran peralatan teknologi.

Menurut desas-desus di kalangan teknologi, tahun depan kita sudah menyaksikan peluncuran ponsel yang dapat dibengkokkan ini untuk pertama kali. Berbagai perusahaan, antara lain LG, Philips, Sharp, Sony dan Nokia, sedang mengembangkan teknologinya.

Namun ada laporan menyebutkan bahwa Samsung akan menjadi perusahaan pertama yang akan mewujudkannya.

Samsung memilih ponsel pintar yang memiliki OLED (Organic Lights Emitting Diode -suatu semikonduktor yang memancarkan sinar teknologi yang fleksibel. Samsung yakin bahwa ponsel ini akan "sangat populer di kalangan konsumennya di seluruh dunia."

Layarnya akan dapat "dilipat, digulung dan lebih banyak lagi; dan memungkinkan daya tahan yang tinggi melalui penggunaan lapisan plastik yang lebih tipis, lebih ringan dan lebih fleksibel daripada...teknologi LCD yang konvensional," ujar juru bicara Samsung.

Namun ada berbagai teknologi lain yang dapat membuat ponsel pintar Anda dapat ditekuk atau dibengkokkan. Bagaimanapun, konsep menciptakan elektronika yang fleksibel dan merakitnya pada plastik yang juga fleksible telah dibahas sejak tahun 1960-an.

Pada tahun 2005, Philips mendemonstrasikan prototipe pertama display yang dapat digulung.

 


Tinta elektronik
Beberapa tahun kemudian, bacaan elektronik Kindle pertama dari Amazon menggunakan layar yang terbuat dari plastik yang tidak kaku -yang disebut optical frontplane. Satu-satunya masalah adalah bahwa komponen di bawah layar itu harus dari bahan yang kaku.

Sebagaimana bacaan elektronik generasi berikutnya, semua menggunakan tinta elektronik atau e-ink, yang juga dikembangkan oleh perusahaan yang sama.
Layar yang hitam-putih, dapat dilihat dengan memantulkan sinar alami seperti layaknya kalau kita membaca buku kertas, dan bukannya seperti layar yang memancarkan cahaya sendiri.

Namun kebanyakan display tinta elektronik tersembunyi di balik layar kaca yang kaku dan tidak bisa ditekuk atau dibengkokkan. Salah satu alasannya adalah biaya.
Untuk membuat suatu produk yang sepenuhnya fleksibel, semua bagiannya -optical frontplane maupun backplane (tempat transistornya berada)- harus fleksibel, begitu juga batere, kerangka luar, layar sentuh, dan komponen lainnya.

Beberapa perusahaan telah mulai mengembangkan display dengan backplane fleksibel.
Di antara perusahaan yang mulai mengembangkan layar tinta elektronik fleksibel adalah LG Displays dari Korea Selatan dan Plastic Logic dari Inggris.
Namun menurut seorang pakar teknologi di Inggris, Samsung sudah cukup jauh di depan dalam bidang ini.
Apapun teknologinya, tampaknya tak lama lagi kita akan memiliki ponsel yang tak hanya pintar, namun juga dapat dibengkokkan. (BBC)

sumber

Selasa, Desember 04, 2012

99 persen kemampuan otak kita lagi tidur

Otak manusia terdiri dari 100 miliar hingga 1 triliun sel-sel neuron, yang bila dioptimalkan 
akan dapat berfungsi dengan sangat luar biasa. Sayangnya, kebanyakan manusia hanya menggunakan 1 persen dari kemampuan otak, sedangkan 99 persen sisanya hanya menjadi neuron tidur.

Berat keseluruhan otak manusia dewasa tidak lebih dari 1,5 kg (atau hanya 1300-1400 gram) dengan sel-sel (neuron) mencapai 100 miliar hingga 1 triliun. Berat otak hanya sekitar 2,5 persen dari berat keseluruhan manusia, namun 25 persen pasokan makanan harus dialihkan ke otak.

Otak juga merupakan aset paling penting dari tubuh manusia. Neuron bisa diibaratkan chip pada prosesor yang menjadi bagian paling penting dari komputer. Sayangnya, kebanyakan orang hanya memanfaatkan 1 persen dari kemampuan otaknya.

"Kebanyakan manusia hanya menggunakan 1 persen dari kemampuan otaknya, sedangkan 99 persen sisanya tidak digunakan dan menjadi neuron tidur," jelas dr Muhammad Akbar, Sp.S, Ph.D, Ketua Bagian Saraf Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dalam acara Seminar Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Brain Development Kemenkes, di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (6/12/2011).

Bila dibandingkan, lebah hanya memiliki 7.000 neuron otak atau sekitar 42,8 juta kali dari neuron otak manusia. Bila dengan 7.000 sel otak saja lebah mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dahsyat, apalagi manusia.

"Jika Anda punya otak hebat tapi hanya dimanfaatkan 1 persen saja, artinya sama saja dengan Anda membeli komputer pentium 7 tapi hanya dipakai untuk aplikasi word, itu tidak akan terlihat sama dengan orang yang punya komputer pentium 1. Komputer pentium 1 dan 7 akan tampak berbeda bila Anda gunakan untuk menginstal multimedia, baru akan terlihat cepat lambatnya," lanjut dr Akbar.

dr Akbar menuturkan, neuron-neuron otak yang tidur sebenarnya bisa diaktifkan kembali bila Anda rajin memberikan stimulus atau rangsangan. Selalu membuat otak berpikir adalah salah satu contoh rangsangan otak.

"Potensi otak dipengaruhi koneksi antar sel. Memberi stimulasi akan memperbanyak hubungan antar sel otak," tegas dr Akbar.
Bila 99 persen sisa neuron otak yang tidur kembali diaktifkan, maka Anda bisa menjadi penuntut ilmu yang lebih baik, pengingat yang handal, berpikir dan memahami dengan lebih cepat dan menjadi manusia yang sangat kreatif.