Halaman

ucapan

Selasa, Desember 04, 2012

SBY beri penghargaan 15 Guru


 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan memberikan penghargaan Satyalencana Pendidikan bagi 15 guru yang berprestasi dalam peringatan Hari Guru Nasional 2012.

Dalam keterangan persnya, kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Selasa (4/12), para guru yang menerima penghargaan dinilai telah menunjukkan kinerja dan dedikasi sebagai pengajar dan pendidik.

  

sumber gambar
Selain Satyalencana Pendidikan, juga diberikan penghargaan bagi pemenang lomba forum ilmiah guru tingkat nasional dan pemenang lomba kreativitas guru 2012.

Puncak peringatan hari Guru dan juga Hari Ulang Tahun PGRI 2012 menyoroti tentang profesionalitas guru yang saat ini didorong melalui sejumlah uji kompetensi guru.

Peningkatan profesionalitas, kompetensi, dan kinerja guru merupakan unsur yang saling berkaitan.
Saat ini tercatat terdapat 3.687.676 guru, termasuk guru madrasah yang mencapai 762.000 baik pegawai negeri sipil maupun non pegawai negeri sipil.

Dalam perkembangannya saat ini, untuk melindungi profesi guru, selain dilakukan uji kompetensi juga telah dibentuk Dewan Kehormatan Guru Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum baik di tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.


Peringatan hari guru nasional dan hari ulang tahun PGRI dilangsungkan di Sentul International Convention Centre, Bogor, Selasa. Selain dihadiri Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh menteri kabinet Indonesia Bersatu II dan sejumlah pejabat lainnya. 

Senin, Desember 03, 2012

Maria Ozawa dan Matematika di balik kecantikannya


Apa hubungannya matematika dengan kecantikan? Banyak. Daya tarik fisik sesungguhnya tergantung pada rasio.Daya tarik tubuh seseorang meningkat bila tubuh tersebut simetris dan proporsional. Begitu juga, jika wajahnya proporsional, orang lebih mudah tertarik dan menyebutnya cantik atau tampan. Para ilmuan percaya kalau evolusi membuat manusia percaya kalau tubuh yang proporsional adalah pertanda tubuh yang sehat, dan kesehatan termasuk syarat utama untuk kelangsungan hidup.
Leonardo da Vinci termasuk matematikawan pertama yang menemukan hubungan ini. Rasio ini disebut rasio emas. Bangunan juga terlihat cantik bila menggunakan rasio emas, seperti contohnya Parthenon.

Kecantikan Fisik                                                                                                                                        Kenapa banyak pria dan wanita mengatakan kalau Maria Ozawa cantik?Wajah manusia terbentuk berdasarkan Rasio Emas. Perbandingan panjang hidung, posisi mata dan panjang dagu, semua sesuai dengan aspek-aspek rasio emas.Kecantikan ternyata berasal dari persepsi kita terhadap matematika!                                                                                                                                                         

Tidak percaya, bayangkan kalau wajah Maria Ozawa benjol di kiri, atau wajahnya lebih gepeng ke kiri atau ke bawah. Atau kepalanya besar sementara kakinya kecil. Ada sebuah rasio optimal dimana hampir semua orang setuju kalau seseorang itu cantik. Rasio itu adalah rasio emas.

Dr Stephen Marquardt telah meneliti hal ini secara mendalam di situsnya. Terdapat juga aplikasi interaktif yang bisa anda gunakan disana : Dr. Stephen Marquardt. Mari kita lihat rasio tiap bilangan dalam barisan Fibonacci :
1/1 = 1                                        13/8 = 1.625
2/1 = 2                                      21/13 = 1.61538
3/2 = 1.5                                   34/21 = 1.61905
5/3 = 1.666…                             55/34 = 1.61764
8/5 = 1.6                                    89/55 = 1.61861…

Jika kita teruskan, kita menghasilkan bilangan menarik yang disebut matematikawan sebagai Phi (Rasio Emas atau Potongan Emas):
phi = 1.618 033 988 7…
Rasio ini dipakai oleh para arsitek dan seniman dalam sejarah untuk menghasilkan benda yang indah (seperti David karya Michelangelo dan kuil-kuil Yunani). Kuil Parthenon di Yunani misalnya, memiliki rasio jarak yang merupakan rasio emas.
Seperti Pi, Phi merupakan bilangan irasional. Tidak ada pecahan yang sama dengan phi dan desimalnya berlanjut terus tanpa pernah berhenti.
Rasio emas juga muncul di alam, dalam pola bunga matahari, kerucut cemara dan seterusnya. Hal ini terutama karena inilah cara terbaik untuk mengemas paling erat dan efisien. Yaitu memakai barisan Fibonacci.

Tapi Apakah Ini Benar secara ilmiah? 

Penelitian terbaru dari Universitas California di San Diego dan Universitas Toronto tampaknya menggugurkan peran rasio emas ini pada kecantikan. Para ilmuan menemukan kalau Kecantikan bukan ditentukan oleh rasio emas, tapi oleh jarak antara kedua mata dan jarak antara mata dan mulutnya. Wajah wanita dinilai bagi manusia secara umum dalam dua rasio baru (bukan phi). Pertama adalah jarak vertikal antara mata dan mulutnya harus mendekati 36 persen panjang wajah, dan jarak horizontal antara kedua pasang mata harus sekitar 46 persen lebar wajah. Nama rasio emas untuk wajah mungkin bergeser dari Phi menjadi kedua nilai di atas (0.36 dan 0.46). Menurut peneliti, Pallet, manusia telah mencoba dan gagal menemukan rasio ini sejak zaman kuno. Yunani kuno menemukan apa yang mereka duga sebagai rasio emas, yaitu phi, dan menggunakannya dalam arsitektur dan seni. Beberapa bahkan mengira Leonardo Da Vinci menggunakan phi untuk melukis Mona Lisa, namun tidak ada bukti kalau phi istimewa pada masalah kecantikan. Bukannya Phi, kami menemukan kalau jarak rata-rata antara mata, mulut dan kontur wajah lah yang merupakan rasio emas sesungguhnya.

Walau begitu, studi yang mereka lakukan hanya terhadap wajah wanita kulit putih. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat apakah ada rasio emas yang berbeda pada wajah laki-laki atau wajah dari ras lain atau pada wajah anak-anak.

Kesimpulan                                                                                                                                                            Jadi fakta ilmiah yang ada sekarang adalah : Phi berlaku pada alam bahkan di dunia kuantum, namun hal ini tidak berlaku pada kecantikan wanita kulit putih. Akibatnya phi juga diragukan berlaku pada kecantikan wanita, ketampanan pria dan imutnya anak-anak. Sebelum studi lebih lanjut dilakukan, tampaknya penilaian kita pada kecantikan masih menjadi misteri.

Sumber 


OSN-Pertamina 2012


Perbaikan kualitas kompetisi terus dilakukan PT.Pertamina (Persero) dalam setiap penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN-Pertamina). Itu terlihat dari munculnya kategori baru dalam pelaksanaan OSN-Pertamina 2012 yakni Science Project.

Kategori ini merupakan wujud dari pengejawantahan tema OSN-Pertamina 2012 "Mencetak Generasi Sobat Bumi Berprestasi".  Melalui kategori tersebut, setiap peserta mendapat kesempatan untuk menunjukan karya sains terapan di bidang energi dan pengembangannya.

Untuk tahun perdana, kategori Science Project ini berhasil dimenangkan oleh mahasiswa UI, Grandprix Tomreyes. Karyanya berjudul  Aplikasi zeolit alam indonesia, zeolit alam Indonesia aktif dan Na-Zeolit alam Indonesia sebagai katalis rengkah limbah plastika polietilen menjadi fraksi minyak bumi mendapat penilaian terbaik dari para juri.

Tak bisa dipungkiri, perbaikan kualitas yang dilakukan pada setiap tahun penyelenggaraan juga berdampak positif pada minat mahasiswa untuk mengikuti OSN-Pertamina. Tahun ini saja, mahasiswa yang ambil bagian proses kompetisi mencapai lebih dari 18.000 orang.

Tentunya, peningkatan jumlah peserta berikut dibarengi penambahan kategori kompetisi kian mempercepat lahirnya talenta-talenta baru dibidang sains. Kehadiran mereka tentu sangat dibutuhkan bangsa ini. Sebab, melalui mereka, bangsa Indonesia akan mendapat momentum pencapaian  kemajuan dibidang sains. (adv)

Berikut Daftar Pemenang OSN-Pertamina 2012:
Peraih gelar Sobat Bumi dan Best Performance
Budi Santoso, Biologi, MIPA  UGM.
Febrian Tulanseket, Universitas Negeri Papua

Science project
Grandprix Tomreyes, Mahasiswa UI
Khairul Rizki, Universitas syahkuala
Agung heru, Universitas Brawijaya

Matematika
Abe Gracia Vallerian, UPH
Aileen Jessica Novia, UI
Rudi hartono, Universitas Lambung Mangkurat

Fisika
David Sipayung UI
Muhammad Yasin Yunus, Univ Dipenegoro
Ido hilka zirahya, Univ Jember

Kimia
Bayu Ardiansyah, Universitas Indonesia
Robi Mualana Saputra, Universitas Tanjung Pura
Nurina Listy M, ITS

Biologi
Budi Santoso, UGM
I Gusti Agung Ari Keresna, Univ Udayana
Abinubli Tariswafi, UI